Lelang Jam Tangan Musim Semi di Jenewa Raup Total Penjualan $125 Juta

Phillips, Christie's, Sotheby's, dan Antiquorum membukukan hasil yang fantastis pada sederet lelang jam tangan musim semi Jenewa, dengan Patek Philippe mendominasi puncak hasil lelang.
by Robb Report
0 comment

Komunitas kolektor jam tangan hadir dengan kekuatan penuh minggu ini saat Only Watch, Christie’s, Sotheby’s, Phillips, dan Antiquorum menyelenggarakan lelang jam tangan musim semi di Jenewa. Beberapa sorotan termasuk 47 karya unik di Only Watch, jam tangan langka dari koleksi pribadi Michael Schumacher oleh Christie’s, dan beberapa penunjuk waktu luar biasa dari kolektor Italia Guido Mondani di Phillips.

Jam tangan dari koleksi Guido Mondani yang dilelang oleh Phillips.
Foto: Phillips.

Rentetan acara dimulai pada hari Jumat dengan penyelenggaraan Only Watch ke-10, di mana bintangnya adalah penjualan Patek Philippe unik yang menampilkan Petite dan Grande Sonnerie serta Minute Repeater yang terjual seharga US$17,3 juta untuk lelang amal tersebut.

Jam tangan Patek Philippe ini terjual seharga US$17,3 juta pada Only Watch 2024. Foto: Only Watch.

Jam tangan Patek Philippe juga menjadi primadona di Antiquorum dengan penjualan Ref. 605 HU DE tahun 1943, sebuah jam saku worldtimer dengan enamel cloisonné berlapis emas merah muda, yang terjual seharga US$3,36 juta. Worldtimer Patek Philippe kedua, Ref. 2523 dari tahun 1956 dengan dial guilloché emas, juga mencapai angka tinggi di atas US$2,3 juta.

CEO Antiquorum, Romain Réa, sangat senang dengan hasil tersebut, dan menjelaskan; “Pendekatan kami sangat selektif dalam memilih lot; kami memilihnya dengan cermat berdasarkan signifikansi sejarah dan kondisi mereka. Ini bukan hanya tentang nilai; melainkan tentang peran mereka dalam narasi sejarah horologi.”

Patek Philippe 943 Ref. 605 HU DE. Foto: Antiquorum.

Réa juga mencatat bagaimana produk vintage kembali mengalami peningkatan popularitas, dengan mengatakan, “Ada tren yang terlihat jelas di mana pelanggan semakin memperhatikan asal-usul dan kualitas barang. Namun, penting untuk ditegaskan bahwa barang vintage ini harus dalam kondisi sempurna dan mencerminkan aspek penting dari sejarah horologi. Demikian pula untuk jam tangan modern, kondisinya diharapkan tanpa cacat.”

Di Christie’s, semua perhatian tertuju pada delapan penunjuk waktu ikonik dari koleksi Michael Schumacher pada peringatan kemenangan Kejuaraan Pembalap Formula 1 pertamanya di tahun 1994. Serangan siber di situs web Christie’s sayangnya menunda lelang, tetapi tidak menghalangi para peminat yang ingin mengajukan penawaran untuk F. P. Journe Unique Piece Vagabondage, Audemars Piguet Royal Oak Chronograph, Rolex Paul Newman Daytona, dan set lengkap F.P. Journe Ruthenium Collection yang terdiri dari lima buah dengan total US$4,4 juta untuk kedelapan jam tersebut.

Jam tangan Michael Schumacher termasuk dalam lelang musim semi Christie’s di Jenewa. Foto: Christie’s.

Remi Guillemin, Kepala Jam Tangan Christie’s EMEA dan Amerika, berkomentar: “Hasil ini menunjukkan semangat para kolektor internasional untuk jam tangan luar biasa. Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada para pemilik barang lelang kami serta keluarga Schumacher yang mempercayakan barang-barang terbaik Michael Schumacher kepada kami. Kami melihat partisipasi global yang kuat, terutama dari Amerika.”

Namun, ini bukan satu-satunya jam tangan yang ditawarkan pada lelang “Rare Watches” milik Christie’s. Lelang ini juga menampilkan jam incaran lainnya, termasuk Patek Philippe Ref. 1518 dari tahun 1948 dalam balutan emas merah muda dengan dial berwarna merah muda (atau salmon) yang terjual seharga US$2,7 juta, menjadikannya jam tangan dengan harga tertinggi yang terjual di Christie’s pada musim semi ini di Jenewa.

Patek Philippe Ref. 1518 dengan dial salmon. Contoh ini terjual di Sotheby’s seharga US$2,2 juta. Gambar dari Christie’s tidak tersedia karena insiden cyber attack.

Di Phillips, lot utama sekali lagi adalah Patek Philippe worldtimer Ref. 2523/1, jam tangan two-crowned emas kuning yang terjual seharga US$1,87 juta. Koleksi Guido Mondani mengumpulkan total US$3,97 juta, dan total penjualan untuk Phillips mencapai CHF 39,5 juta (sekitar US$43,7 juta), menempatkannya di puncak klasemen dalam hal penjualan.

Setelah palu terakhir diketuk, Alexandre Ghotbi, Wakil Ketua & Kepala Jam Tangan Phillips, Eropa dan Timur Tengah, mengatakan: “Lelang adalah kombinasi kuat dari salah satu bahan terpenting: jam tangan berkualitas dan langka, tetapi juga didukung oleh presentasi dari balai lelang, yaitu pemasaran, fotografi yang hebat, pameran yang luar biasa, dan yang terpenting adalah tim yang berdedikasi dengan sepenuh hati. Semua ini digabungkan menghasilkan pencapaian luar biasa.”

Patek Philippe world timer Ref. 2523/1 terjual di Phillips seharga US$1.87 juta.

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, Sotheby’s menjadi penutup lelang minggu ini dengan “Important Watches: Parts 1 and 2”. Lot teratas termasuk sebuah Richard Mille “Prototype 3” Ref. RM27-01 Rafael Nadal yang terjual dengan harga CHF 1,27 juta dan sebuah Patek Philippe Ref. 2499J “3rd Series” (dirilis oleh Tiffany & Co.) yang terjual seharga US$1,2 juta.

Kesuksesan Geneva Spring Sales – baik dari segi nilai maupun jumlah jam tangan yang terjual – memberikan secercah harapan bagi industri jam. Para pembeli hadir dengan penuh semangat. “Tak diragukan lagi, lelang Jenewa secara konsisten menjadi barometer bagi pasar jam tangan global, baik di bulan Mei maupun November,” kata Réa dari Antiquorum. “Lelang ini tidak hanya memvalidasi kondisi pasar saat ini, tetapi juga menentukan tren yang sedang berkembang dan minat publik. Yang menambah dimensi menarik adalah waktunya, yaitu di bulan Mei, tepat setelah Watches and Wonders. Perpaduan ini menegaskan bahwa lelang ini bukan hanya tentang dinamika pasar primer dan sekunder; melainkan mencerminkan denyut nadi seluruh industri pembuatan jam tangan dan lanskap pasar horologi yang lebih luas.”

You may also like

Leave a Comment