Pesawat Ruang Angkasa Komersial Pertama di Dunia Siap Mengudara

Dream Chaser milik Sierra Space diharapkan dapat mengirim 7.800 pon kargo ke ISS akhir tahun ini.
by Fazil Pamungkas
0 comment

Pesawat ruang angkasa komersial bersayap pertama di dunia selangkah lebih dekat untuk diluncurkan.

Pesawat Dream Chaser DC-100 milik Sierra Space tiba di Kennedy Space Center NASA di Florida pada Sabtu, 18 Mei 2024 untuk melakukan pengujian akhir sebelum misi mendatang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Dream Chaser “Tenacity”. Foto: NASA/Kim Shiflett

Dream Chaser akan digunakan untuk mengangkut kargo dari dan menuju Bumi, serta ISS. Dengan panjang 30 kaki (9,14) dan lebar 15 kaki (4,57 m), pesawat ini memiliki badan pengangkat dan sayap inovatif yang memungkinkannya untuk mendarat di landasan pacu seperti pesawat ulang-alik NASA yang sudah tidak beroperasi lagi. Pesawat ini juga dilengkapi dengan modul Shooting Star berukuran 15 kaki (4,57 m) yang dapat mengangkut hingga 7.000 pon (3.175 kg) kargo secara internal dan lebih banyak perlengkapan secara eksternal. Dream Chaser dapat digunakan berulang kali dan akan melakukan setidaknya tujuh misi ke ISS, menurut NASA. Sebaliknya, modul Shooting Star dirancang untuk terbakar saat masuk kembali ke ISS, sehingga memungkinkan untuk membuang hingga 8.500 pon (3.855 kg) sampah dalam setiap misi.

Diberi nama “Tenacity”, menurut NASA, Dream Chaser perdana akan mengirimkan 7.800 pon (3.538 kg) makanan, air, dan eksperimen sains ke laboratorium yang mengorbit. Pesawat ruang angkasa ini baru saja menjalani pengujian getaran, suhu, dan tekanan di Neil Armstrong Test Facility NASA di Sandusky, Ohio. Pesawat ini kemudian akan dinilai lebih lanjut oleh tim di Florida. Persiapan pra-peluncuran meliputi pengujian akustik dan interferensi elektromagnetik serta kompatibilitas, penyelesaian pekerjaan pada sistem perlindungan termal pesawat, dan integrasi muatan akhir.

Dream Chaser “Tenacity”. Foto: Sierra Space

Tenacity akan diluncurkan dengan roket Vulcan milik United Launch Alliance (ULA) di Cape Canaveral Space Force Station akhir tahun ini, namun tanggal pastinya masih belum diketahui. Setelah berada di ISS selama sekitar 45 hari, Tenacity akan kembali ke Florida. Tim Sierra Space kemudian akan menurunkan sisa kargo NASA dan mulai mempersiapkan pesawat untuk misi berikutnya.

Tenacity adalah pesawat pertama dalam armada Dream Chaser yang akan melakukan pengiriman orbit rendah ke ISS. NASA mengatakan bahwa misi di masa depan bisa berlangsung selama 75 hari dan mengirimkan hingga 11.500 pon (5.216 kg) kargo. Menariknya, Sierra Space awalnya membayangkan pesawat ini juga membawa penumpang, tapi perusahaan seperti Space X dan Blue Origin lebih cepat mengembangkan pesawat untuk mengangkut astronot dan warga sipil. Perlombaan antariksa memang penuh persaingan.

Ditulis oleh: Rachel Cormack

Diterjemahkan oleh: Fazil Pamungkas

You may also like